Hizbullah Kerahkan Drone Guna Menyerang Pangkalan Militer Israel

Kelompok Hizbullah dilaporkan mengerahkan sejumlah drone militer untuk melakukan serangan terhadap sebuah pangkalan militer Israel di wilayah utara. Insiden yang terjadi pada hari Sabtu, 10 Mei 2025, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, ini kembali meningkatkan tensi keamanan di perbatasan antara Lebanon dan Israel. Penggunaan drone militer oleh Hizbullah menunjukkan peningkatan kemampuan taktis kelompok tersebut dalam melancarkan serangan.

Menurut laporan dari saksi mata di sekitar wilayah Metula, dekat perbatasan Lebanon, terdengar suara beberapa drone militer melintas sebelum ledakan dilaporkan terjadi di dekat sebuah fasilitas yang diidentifikasi sebagai pangkalan militer Israel. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai tingkat kerusakan atau adanya korban jiwa dari pihak Israel hingga saat ini, insiden ini menjadi perhatian serius bagi otoritas keamanan kedua negara.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Kolonel Avichay Adraee, melalui pernyataan resminya beberapa jam setelah kejadian, membenarkan adanya serangan udara dari wilayah Lebanon yang menyasar salah satu pos militer mereka. Namun, beliau tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis amunisi yang digunakan atau dampak dari serangan drone militer tersebut. Pihak IDF menyatakan sedang melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini.

Sebagai respons terhadap serangan drone militer tersebut, IDF dilaporkan melakukan operasi balasan dengan menargetkan sejumlah posisi yang diduga kuat menjadi lokasi peluncuran drone di wilayah selatan Lebanon. Beberapa sumber lokal melaporkan adanya suara ledakan dan aktivitas pesawat tempur Israel di wilayah tersebut setelah serangan Hizbullah terjadi. Situasi di perbatasan kedua negara saat ini dilaporkan dalam keadaan siaga tinggi.

Penggunaan drone militer dalam konflik di kawasan Timur Tengah bukan merupakan hal baru. Namun, keterlibatan Hizbullah dengan teknologi ini dalam menyerang target militer Israel secara langsung menandai eskalasi yang signifikan. Analis keamanan regional, Dr. Elias Hanna, dalam wawancara dengan Al Jazeera Arabic beberapa jam setelah insiden, menyatakan bahwa penggunaan drone memberikan Hizbullah kemampuan untuk melakukan serangan yang lebih presisi dan menghindari risiko personel. Insiden ini diprediksi akan semakin memperkeruh hubungan antara Lebanon dan Israel serta berpotensi memicu konfrontasi yang lebih luas.