Kopasgat (Paskhas), yang saat ini dikenal sebagai Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), adalah salah satu unit elite andalan TNI Angkatan Udara (AU). Unit ini berfungsi sebagai Pasukan Special Ops TNI AU dengan peran ganda: sebagai Penjaga Langit dan Pangkalan Rahasia serta sebagai kekuatan projection udara. Kopasgat memegang peran unik dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) karena kemampuannya melakukan operasi di darat, laut, dan udara (Trisula Udara), namun dengan fokus utama pada kepentingan matra udara. Tanpa kehadiran Kopasgat, operasi air superiority dan penerjunan pasukan tidak akan memiliki lapisan keamanan dan kontrol yang memadai. Berdasarkan data operasional di Mabes TNI AU per 5 November 2025, Kopasgat terlibat dalam 90% operasi pengamanan aset vital milik TNI AU, termasuk pangkalan udara terpencil dan radar strategis.
Peran utama Kopasgat sebagai Pasukan Special Ops TNI AU adalah Pengendali Pangkalan Udara Depan (Air Base Control) dan Operasi Khusus. Salah satu tugas paling krusial mereka adalah merebut dan mengamankan pangkalan udara yang jatuh ke tangan musuh atau yang berada di wilayah terpencil. Mereka mampu diterjunkan melalui udara (penerjunan statik atau freefall) untuk mendirikan pangkalan operasi garis depan (Forward Operating Base atau FOB) yang vital bagi operasi udara lanjutan. Kemampuan ini membuat mereka menjadi Pasukan Elite yang mampu membuka jalur bagi pasukan utama.
Tugas kedua yang menegaskan Kopasgat sebagai Penjaga Langit dan Pangkalan Rahasia adalah Pertahanan Pangkalan Udara (Hanlan). Kopasgat (Paskhas) bertanggung jawab atas keamanan fisik pangkalan udara, baik dari ancaman darat maupun udara. Mereka mengoperasikan berbagai sistem senjata pertahanan udara ringan (SHORAD) seperti rudal Chiron dan kanon antipesawat. Misalnya, dalam latihan gabungan di Lanud Supadio, Pontianak, pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB, demonstrasi Hanlan Kopasgat menunjukkan kemampuan mereka untuk menghalau serangan udara rendah dan infiltrasi darat secara simultan.
Selain itu, Pasukan Special Ops TNI AU ini memiliki spesialisasi dalam SAR Tempur (Combat Search and Rescue). Ketika pesawat tempur jatuh di wilayah musuh, tim SAR Tempur Kopasgat adalah garis terdepan yang ditugaskan untuk menyelamatkan pilot. Operasi ini menuntut keterampilan navigasi darat yang superior, kemampuan bertempur dalam kondisi tekanan tinggi, dan keterampilan medis lapangan. Kemampuan Trisula Udara yang dimiliki Kopasgat (Paskhas)—terjun payung, komando, dan survival—menjadikan mereka aset tak ternilai dalam menjaga moral dan keselamatan personel TNI AU.