Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia sangat bergantung pada kekuatan armada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan maritimnya. TNI AL adalah tulang punggung pertahanan di perairan, bertugas melindungi ribuan pulau dan jalur pelayaran strategis yang melintasi nusantara. Dengan modernisasi yang berkelanjutan dan dukungan alutsista canggih, kekuatan armada ini siap menjadi penguasa samudra. Menurut laporan Markas Besar TNI AL pada Januari 2025, rata-rata waktu respons patroli maritim di perairan Natuna telah meningkat 20% berkat penambahan kapal patroli baru.
Struktur kekuatan armada TNI AL terbagi dalam tiga Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) – Koarmada I, Koarmada II, dan Koarmada III – yang masing-masing bertanggung jawab atas wilayah perairan yang berbeda. Koarmada I berpusat di Jakarta, mengawasi perairan barat Indonesia; Koarmada II di Surabaya, meliputi perairan tengah; dan Koarmada III di Sorong, bertanggung jawab atas perairan timur. Pembagian ini memungkinkan respons yang cepat dan efisien di seluruh wilayah perairan Indonesia yang luas.
Untuk mendukung tugas-tugasnya, TNI AL dilengkapi dengan beragam alutsista modern. Kapal perang permukaan menjadi komponen utama, dengan korvet Sigma Class seperti KRI Diponegoro dan fregat kelas Martadinata (SIGMA 10514) yang mampu melakukan peperangan anti-kapal selam, anti-udara, dan anti-permukaan. KRI Raden Eddy Martadinata, yang diresmikan pada April 2017, dilengkapi dengan rudal Exocet MM40 Block III dan sistem rudal antipesawat Mica. Selain itu, kekuatan armada juga diperkuat dengan kapal patroli cepat (KPC) dan kapal penyapu ranjau.
Di bawah permukaan laut, TNI AL mengoperasikan kapal selam kelas Cakra (Type 209/1300), termasuk KRI Cakra dan KRI Nanggala (meskipun KRI Nanggala telah tenggelam, upaya untuk menggantinya terus dilakukan), serta kapal selam Changbogo Class yang lebih modern. Kapal selam ini adalah aset strategis untuk operasi pengintaian, penyusupan, dan serangan senyap. Selain itu, ada juga Korps Marinir sebagai pasukan amfibi TNI AL, yang dilengkapi dengan kendaraan tempur amfibi BMP-3F, dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebagai pasukan elite yang ahli dalam operasi bawah air dan sabotase. Dengan sinergi seluruh komponen ini, TNI AL siap menjaga keamanan dan kedaulatan perairan Nusantara.